PENGARUH ALAT PERAGA TELEVISI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF DALAM BENTUK PUISI PADA SISWA ... (PEND-26)

Pentingnya perhatian terhadap dunia pendidikan tercermin dalam Undang¬-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, keatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut di atas diperlukan suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pendidikan tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk persiapan hidup yang akan datang tetapi juga untuk kehidupan sekarang yang dialami individu dalam perkembangannya menuju ke tingkat kedewasaannya.

Berdasarkan pengertian tersebut maka pendidikan memiliki ciri-ciri : Pertama pendidikan mengandung tujuan, yaitu kemampuan untuk berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup. Kedua untuk mencapai tujuan tersebut, pedidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi), strategi, dan teknik penilaian yang sesuai. Ketiga kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (formal dan nonformal).

Perlu disadari bahwa kesejahteraan bangsa tidak lagi bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik tetapi bersumber pada modal intelektual, modal sosi¬al dan kredibilitas. Oleh karena itu, tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Begitupun guru dalam meningkatkan pembelajaran diperlukan perencanaan yang kompleks. Untuk itu langkah utama guru adalah mengenal murid-muridnya, seperti dikemukakan oleh Hamalik (2005: 01) bahwa Guru mengenal murid-muridnya dengan maksud agar guru dapat mem¬bantu pertumbuhan dan perkembangannya secara efektif. Adalah suatu hak yang sangat penting sekali mengenal dan memahami murid dengan seksama, agar guru dapat menentukan dengan seksama bahan-bahan yang akan diberikan, menggunakan prosedur mengajar yang serasi, mengadakan diagnosis atas kesulitan
Tiga pilar utama yang menunjukkan bahwa guru telah bekerja secara professional dalam rnelaksanakan tugas kependidikan adalah : (a) menguasai materi pembelajaran,(b) prafesional dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa (c) berkepribadian yang matang.

Tiga pilar tarsebut saling kait-mengkait serta saling mendukung untuk meningkatkan kinerja pembelajaran. Kinerja pembelajaran sangat menentukan tingkat keberhasilan dan kesesuaian hasil belajar siswa dengan tujuan yang telah di tentukan. Sedangkan tingkat keberhasilan dan kesesuaian hasil belajar siswa dengan tujuan sangat dipengaruhi oleh kinerja guru.

Penguasaan materi pembelajaran merupakan kemampuan strategis yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam rangka mendukung ketercapaian kompetensi / subkompetensi secara efektif dan efesien, sedangkan penyampaian materi pembelajaran yang baik dapat diartikan sebagai segala usaha guru untuk mengelola prases pembelajaran sehingga siswa dapat belajar dalam suasana, menyenangkan sertu beraktivitas tinggi baik mental, fisik, sosial, maupun emosinya. Hal itu dapat dicapai jika didukung oleh kepribadian guru yang matang dan kesadaran untuk mengelola proses pembelajaran dengan mentaati dan menerapkan azas-azas didaktik dalam setiap momentum yang tepat. Agar proses mengajar dapat berlangsung secara efektif, maka perlu dirancang dengan baik dan benar. Dengan merancang terlebih dahulu apa yang harus dipelajari siswa maka proses belajar mengajar dapat berfungsi secara efaktif; melalui pelajaran yang dirancang tersebut guru dapat menarik perhatian siswa, menyajikan infomasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.

Salah satu alat untuk mengajar yang digunakan guru adalah menggunakan audio visual berupa televisi, pertelevisian di Indonesia dewasa ini sangat maju, yang ditandai dengan pertumbuhan televisi swasta, dengan melihat berbagai acara televisi tersebut siswa diharapkan tumbuh imajinasi dalam menulis yang kemudian dituangkan dalam bentuk penulisan kreatif berbentuk puisi.

Televisi sebagai media visual akan memberikan pengalaman yang konkret dari konsep yang abstrak melalui indra penglihatan. Kemudian dengan perkembangan teknik audio yang digunakan menyampaikan pesan dam informasi melalui indra pendengar. Kedua istilah ini dinamakan dalam penyampaian informasi baik bersama-sama maupun sendiri-¬sendiri yang selanjutnya disebut media audio-visual. 


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Cara Seo Blogger

Kumpulan Tesis dan Skripsi Pendidikan Headline Animator

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download