PENGARUH PARTISIPASI PERUSAHAAN DAN KINERJA KOMITE SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SEKOLAH (Pend-97)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam dinamika pembangunan di Indonesia dewasa ini, salah satu isu yang selalu muncul adalah rendahnya mutu pendidikan. Gejala tentang rendahnya mutu pendidikan di Indonesia dewasa ini semakin dirasakan sebagai topik pembicaraan di kalangan para teoritisi, praktisi, bahkan orang awam sekalipun. Dalam hal ini, setidaknya ada lima pandangan dalam melihat masalah mutu pendidikan yang muncul.

KONTRIBUSI MANAJEMEN PEMBIAYAAN DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU SEKOLAH (Studi Deskriptif Analisis pada SMA Negeri di ...(PEND-110)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun
2003, Pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 

KONTRIBUSI KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU (PEND-108)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran di suatu lembaga pendidikan (sekolah) bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan, serta bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Diperlukan itikad baik dan saling pengertian serta kerjasama seluruh komponen sumber daya manusia sekolah yaitu guru, siswa, pegawai dan tentunya kepala sekolah, dalam mewujudkan tujuan di atas. Keterlibatan semua komponen sumber daya manusia sekolah membutuhkan sebuah pengelolaan manajemen sumber daya manusia yang cukup dalam mengkoordinasikan berbagai peran dan fungsi dari masing-masing komponen sumber daya manusia di sekolah. 

KONTRIBUSI KOMITMEN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU PADA SMA SWASTA DI KECAMATAN ...... KABUPATEN .......(PEND-106)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yangberkualitas, maju, mandiri, dan modern. Pendidikan sangat penting dan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena berorientasi padapeningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan suatu bangsa, karena pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkansumber daya manusia yang berkualitas dan produktif. Ditinjau dari sudut hukum, tujuan pendidikan nasional berdasarkanUndang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 menyatakan bahwa:

Karakteristik Guru Pendidikan Siswa Berbakat (Studi Deskriptif terhadap Pendapat Siswa dan Guru Program Percepatan Belajar ...(Pend-93)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan era globalisasi memasuki abad ini, membawa perubahan pada tuntutan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan. Salah satu isu tuntutan dalam dunia pendidikan adalah perubahan pada peran guru. Gerstner, et al. (Supriadi, 1999:334) mengemukakan pada Abad ke-21, peran guru akan mengalami perubahan yang berpusat pada pola relasi antara guru dengan lingkungannya seperti dengan siswa, dengan sesama guru, dengan orangtua, dengan kepala sekolah, dengan teknologi, dan dengan karirnya. 

HUBUNGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN PENGGUNAAN MEDIA ELEKTRONIKA VCD DALAM PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN SENI TARI DI (PEND-16)

Dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, maka dapat menjadi bekal dalam persaingan global dengan bangsa-bangsa yang lain.

Dengan demikian, hanya melalui proses pendidikan yang semakin baik tujuan dari kegiatan pembangunan secara keseluruhan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Hamidjojo (1982;18) yaitu pendidikan merupakan suatu usaha terarah ke arah dinamisasi dan pencerdasan masyarakat dengan tujuan mempertinggi daya pikir dan daya kerja rakyat melalui bentuk dan prosedur kooperatif yang berswadaya.

Program Bimbingan Pengembangan Keterampilan Gerak Dasar Motorik Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain (Studi deskriptif di TK Sukahaji (Pend-91)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan bagi anak usia dini di Indonesia saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat, karena pendidikan pada anak usia dini sebagai tempat awal pertama anak belajar berbagai kemampuan dasar sebagai bekal untuk mengembangkan kehidupan , baik pribadinya sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara. Kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh anak usia dini bukan saja memperkenalkan dan mempersiapkan dirinya untuk belajar seperti mengenal huruf, menulis, berhitung, akan tetapi juga kemampuan secara intelektualnya, kepribadian dan lingkup sosial anak.

Program Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan Dan Konseling SMA/SMK DI RANGKASBITUNG (pend-90)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mahasiswa adalah salah satu komponen bangsa Indonesia yang ikut bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Oleh karena itu mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan belajar yang lebih giat lagi tekun. Dengan belajar yang giat di kampus ataupun di luar kampus akan meningkatkan ilmu pengetahuan yang ia peroleh. Masa depan bangsa Indonesia salah satunya terletak ditangan para generasi muda. Mahasiswa sebagai penerus para pendiri bangsa harus mempersiapkan diri dengan baik.

Bimbingan Seks Bagi Remaja Tunagrahita (Telaah Kualitatif Dalam Upaya Menyusun Program Bimbingan Seks bagi Remaja Tunagrahita di SLB-C YPLB (Pend-92)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tunagrahita merupakan bagian dari individu yang memiliki kebutuhan khusus. Salah satu cirinya adalah memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga kemampuan akademik mereka mengalami keterlambatan jika dibandingkan dengan individu normal yang seusianya. Mereka kurang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial dan miskin dalam pembendaharaan kata. Namun, mereka memiliki perkembangan fisik yang sama dengan remaja pada umumnya.

Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Kepuasan Kerja Guru Terhadap Mutu Sekolah (Analisis Deskriptif tentang Persepsi Guru ..(Pend-94)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap waktu tingkatan sekolah dari mulai sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan menghadapi berbagai macam kendala, hambatan dan permasalahan terutama dalam bidang tugas baik edukatif maupun administratif, diantaranya yang mendapat sorotan adalah mengenai pengelolaan pendidikan, mutu pendidikan, mutu guru dan mutu kepala sekolah.

Survai Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Tapak Suci Usia 13-18 Tahun Di Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2006 (P-59)

1.1 Latar Belakang
Pembinaan olahraga di Indonesia dewasa ini semakin maju, hal ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang semakin sadar dan mengerti akan arti pentingnya olahraga itu sendiri, di samping adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah dalam menunjang perkembangan olahraga di negara kita.

Dalam kehidupan modern ini suatu kenyataan bahwa ada empat dasar tujuan manusia melakukan kegiatan olahraga yaitu:
1. Mereka yang melakukan kegiatan olahraga hanya untuk rekreasi, jadi segalanya dikerjakan dengan santai dan tidak formal, baik tempat maupun peraturannya.

PEMBINAAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR Studi Kualitatif Tentang Pembinaan Kemampuan Profesional Guru Sekolah Dasar di kec Bekasi (pend-84

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Guru sebagai tenaga kependidikan dalam menjalankan fungsi pendidikan dilihat sebagai totalitas yang satu sama lain secara sinergi memberikan sumbangan terhadap proses pendidikan pada tempat di mana mereka memberikan pelayanan, dengan titik tekan tenaga kependidikan di lembaga pendidikan persekolahan. Tugas tenaga kependidikan secara umum adalah memberikan pelayanan optimal kepada peserta didik khususnya dan kustomer pada umumnya, pada titik di mana pelayanan itu harus dilakukan.

RESPONS MAHASISWA TERHADAP KEGIATAN TUTORIAL PAI DAN PENGHAYATANNYA TERHADAP NILAI-NILAI AGAMA ISLAM (Studi Kasus di Universitas ...(PEND-64)

Pendidikan di seluruh dunia kini sedang mengkaji kembali perlunya pendidikan nilai moral, atau pendidikan budi pekerti atau pendidikan karakter. Menurut Zuriah (2007). Hal ini bukan hanya dirasakan oleh bangsa dan masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh Negara-negara maju. Bahkan di Negara- negara Industri dimana ikatan nilai moral menjadi semakin longgar, masyarakatnya mulai merasakan perlunya revival pendidikan nilai yang pada akhir-akhir ini mulai ditelantarkan.

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MENCARI INFORMASI DALAM PENINGKATAN KEMANDIRIAN KEMAMPUAN BERAPRESIASI DI SMA NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN (PEND-62)

Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan bahasa pertama (B1) anak terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk bahasanya (Pakdesota, 2008. “Pemerolehan Bahasa Pertama dan Bahasa Kedua”. www.wordpress.com)

STUDI TENTANG KEPUASAN SISWA DITINJAU DARI UNJUK KERJA GURU, FASILITAS PEMBELAJARAN DAN KESELAMATAN KERJA SISWA DI SMK NEGERI 1 NGAWEN (PEND-61)

Setiap negara membutuhkan sumber daya yang berkualitas sebab sumber daya yang berkualitas akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pembangunan suatu bangsa dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan, tetapi juga sikap mental yang baik. Oleh karena itu, setiap negara selalu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pendidikan bangsanya karena dengan pendidikan yang berkualitas akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas pula, yang pada akhirnya dapat mendukung perkembangan pembangunan nasional.

MOTIVASI KERJA GURU TIDAK TETAP DI BERBAGAI SMA SWASTA DI KOTA SEMARANG (PEND-60)

tesis pendidikan, tesis manajemen pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai butir- butir tujuan pendidikan tersebut perlu didahului oleh proses pendidikan yang memadai. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik, maka semua aspek yang dapat mempengaruhi belajar siswa hendaknya dapat berpengaruh positif bagi diri siswa, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

KEEFEKTIFAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA PANTI PAMARDI PUTRA (PEND-59)

tesis pendidikan, contoh tesis pendidikan
BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap tingkah laku individu merupakan manifestasi dari beberapa kebutuhan dan ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan kata lain setiap tingkah laku individu itu selalu terarah pada satu objek atau suatu tujuan pemuasan kebutuhan yang memberikan arah pada gerak aktivitasnya.

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU DI SMP NEGERI I SUKORAME LAMONGAN (PEND-58)

Lembaga pendidikan merupakan suatu organisasi non profit yang didalamnya terdiri dari beberapa macam komponen, Salah satu komponen yang paling penting adalah tenaga pendidik selaku Sumber Daya Manusia (SDM) dan kepala sekolah selaku manajer SDM.
Sedangkan tujuan yang akan dicapai organisasi ini adalah keberhasilan dalam mendidik semua pelajar yang ada dilingkungan sekolah tersebut. Keberhasilan tujuan suatu organisasi tak lepas dari pengelolaan dan pengendalian SDM yang ada di organisasi tersebut.

EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PPKN DENGAN PENDEKATAN METODA SIMULASI DAN PENDEKATAN METODA NON SIMULASI DI SMP PGRI LAMONGAN (PEND-57)

Pada pengajaran klasikal, ada anggapan bahwa semua peserta didik mempunyai kemampuan dan kecepatan yang sama, sehingga dalam waktu yang sama semua peserta didik dianggap akan mampu mencapai isi pelajaran yang sama (Subroto,1983). Anggapan ini sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan, karena pada kenyataanya di dalam kelas selalu ada peserta didik yang cepat, peserta didik yang rata-rata, dan peserta didik yang lambat dalam mengikuti pelajaran.

Potensi Kemampuan Kewirausahaan Dilihat Dari Karakteristik Sosiologis Santri Di Pondok Pesantren (Studi Kuantitatif Pada Dua Pondok Pesantren (PEND-56

Pondok pesantren merupakan salah satu jenis lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Berdasarkan hasil pendataan dari Departemen Agama pada tahun 1984-1985 diperoleh keterangan bahwa pesantren tertua didirikan pada tahun 1062 atas nama Pesantren Jan Tampes II di Pamekasan Madura (Depag RI, 1984/1985:668), tetapi menurut Mastuhu (1994 : 19) hal ini diragukan, karena tentunya ada Pesantren Jan Tampes I yang lebih tua. Dalam buku Departeman Agama banyak dicantumkan pesantren tanpa tahun pendirian, jadi ada kemungkinan Pesantren tersebut ada yang berusia lebih tua.

KONTRIBUSI KINERJA KOMITE SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH : (PEND-65)

Pendidikan telah diyakini sebagai salah satu aspek pembangunan bangsa yang sangat penting untuk mewujudkan warga negara yang handal profesional dan berdaya saing tinggi. Di samping itu, diyakini pula oleh berbagai bangsa bahwa pendidikan juga merupakan cara yang efektif sebagai proses nation and character building, yang sangat menentukan perjalanan dan regenerasi suatu negara. Pendidikan selalu menjadi topik diskusi yang hangat (up-to-date topic of discussion) bagi negara-negara di penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia.

Tesis Manajemen Pendidikan

Tesis Manajemen Pendidikan 

Saat seseorang mengenyam pendidikan dijenjang perguruan tinggi tingkat strata dua (S2), syarat yang diajukan untuk kelulusan ialah membuat sebuah karya tulis penelitian yang murni langsung diteliti oleh seseorang tersebut.

Karya tulis tersebut disebut dengan Tesis, setelah seseorang selesai melakukan sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan gelar yang didapat ialah magister.

Dalam membuat tesis, tema dan judul tidak jauh dari program studi yang telah ditempuh. Namun, sebelum mengajukan penelitian atau tesis, seseorang diwajibkan mengajukan sebuah proposal yang menjadi suatu usulan diajukannya penelitian tesis.

Salah satunya ialah manajemen pendidikan, dalam tesismanajemen pendidikan yang sering dibahas seperti pengukuran kinerja guru, aktivitas unsur-unsur pendidikan, atau bahakan kegiatan dalam pendidikan tersebut. Tema yang bisa diangkat dalam menyusun tesis manajemen pendidikan beragam tergantung dari obyek yang akan kita kaji.

Dalam melakukan penelitian, lingkungan yang dituju ialah lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

Beberapa Tema Tesis Manajemen Pendidikan yang bisa dijadikan referensi bisa anda lihat dibawah ini. Klik link berdasarkan kategorinya:


PENGARUH KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR : (PEND-70)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tenaga guru adalah salah satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan, karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik, untuk memberikan bimbingan yang akan menghasilkan tamatan yang diharapkan. Guru merupakan sumber daya manusia yang menjadi perencana, pelaku dan penentu tercapainya tujuan organisasi lembaga pendidikan.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU TERHADAP PRODUKTIVITAS SEKOLAH : (PEND-69)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa:
Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

PENGARUH EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA GURU : (PEND-68)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah dan Analisis Masalah
Seiring-sejalan dengan perkembangan jaman, kepemimpinan dalam organisasi pendidikan, khususnya kepala sekolah, diharapkan mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan yang ada, terlebih yang berkaitan dengan isu-isu terkini dalam dunia pendidikan di tingkat messo (sekolah). Secara administratif kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orang orang dalam organisasi sekolah, menciptakan kultur harapan yang baik dan mempersatukan berbagai perbedaan dalam organisasi untuk menciptakan hubungan yang produktif.

KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU MADRASAH ALIYAH NEGERI DAN SWASTA SE-KABUPATEN (pend-67)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kualitas sumber daya manusia. Arah pendidikan tersebut dituangkan dalam kebijakan pemerintah melalui Undang- Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasioanal. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga pada gilirannya manusia Indonesia mampu berperan aktif sebagai agen pembaharuan serta pengembangan kehidupan nasional manupun internasional. Untuk itu upaya meningkatkan kualitas pendidikan sangat penting dilakukan oleh setiap penyelenggara pendidikan.

PERSEPSI GURU TERHADAP KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI DALAM HUBUNGAN DENGAN KINERJA MENGAJAR GURU : (PEND-66)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Sekolah adalah salah satu organisasi formal yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, guna menjalankan program pendidikan bagi anak dengan tujuan dan aturan yang jelas untuk membina anak yang berkualitas sebagaimana diharapkan oleh masyarakat. Di dalam organisasi terjadi interaksi antar individu dengan pola komunikasi tertentu untuk bekerja sama menjalankan kegiatan guna mencapai tujuan. Trewarha dan Newport (Winardi, 2004: 53) menyajikan defenisi berikut tentang sebuah organisasi: ‘Sebuah organisasi dapat dinyatakan sebagai sebuah struktur sosial, yang didesain guna mengkoordinasi kegiatan dua orang atau lebih, melalui suatu pembagian kerja, dan hierarki otoritas, guna melaksanakan pencapaian tujuan umum’. Hubungan keorganisasian yang berkembang di sekolah menekankan pada sistem nilai dalam hubungan kepada antar manusia, keorganisasian, dan situasi yang dirasakan (iklim).

PENGARUH METODE PEMEBERIAN TUGAS DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL PRESTASI BELAJAR PADA KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELAS X SMA N. (PEND-50)

Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan demi untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Dan secara makro harus ditemukan strategi atau pendekataan pembelajaran yang efektif dikelas, yang lebih memperdayakan potensi siswa.

PENGARUH TINGKAT KEMAMPUAN MENGGUNAKAN STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP... (PEND-18)

Melihat segi maknanya (nilai komunikatifnya) kalimat terbagi menjadi kalimat berita (kalimat deklaratif) kalimat perintah (kalimat imperatif), kalimat tanya (kalimat interogatif) dan kalimat seru (kalimat interjektif). Dalam hal ini kalimat tersebut di atas merupakan struktur kalimat yang sering diajarkan di sekolah pada umumnya dan khususnya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

PENGARUH PENDEKATAN METODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS XI (PEND-49

Metode mengajar adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran yang ingin dicapai, sehingga semakin baik penggunaan metode mengajar semakin berhasilah pencapaian tujuan. Dalam interaksi tersebut, siswa diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pengajaran melalui metode dan alat untuk pengajaran yang dipelajari siswa dengan menggunakan metode dan alat untuk kemudian dinilai ada tidaknya perubahan pada diri siswa setelah ia menyelesaikan proses belajar mengajar.


PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA... (PEND-48)

Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan situasi belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.

PENGARUH METODE PENDIDIKAN GERAK DAN PENDEKATAN TRADISIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN SISWA KELAS VII SMPN (PEND-47)

“pendidikan jasmani di sekolah dasar dan menengah berfungsi untuk (a) merangsang pertumbuhan jasmani dan perkembangan sikap, mental, sosial, dan emosional yang serasi, selaras dan seimbnag, (b) memberikan pemahaman tentang manfaat pendidikan jasmani dan kesehatan serta memenuhi hasrat bergerak, (c) memacu perkembangan dan aktifitas system peredaran darah, pencernaan, pernafasan dan syaraf, (d) memberikan kemampuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan.”

EVALUASI PENINGKATAN MUTU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) MELALUI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM BENTUK MUSYAWARAH GURU (PEND-17)

Sistem Pendidikan Nasional akan selalu mewujudkan pada arah penciptaan mutu pendidikan sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia. Hal ini mengacu pada Ketetapan MPR RI hasil sidang umum MPR RI Tahun 1999, mengingat bahwa masa depan bangsa terletak pada keberadaan pendidikan yang berkualitas.

Tesis Pendidikan


Tidak sedikit tema yang dapat Anda temukan dalam daftar kami tersebut. Hal ini dikarenakan dalam daftar Contoh Tesis Magister Manajemen Pendidikan kami berisikan berbagai studi kasus yang berbeda dan menarik serta pernah diujikan di berbagai universitas ternama di Indonesia sehingga Anda tidak perlu lagi merasa ragu dalam menggunakan judul-judul kami sebagai referensi penelitian Anda. 

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh tesis pendidikan lengkap, dalam format  Ms Word, silahkan lihat koleksi judulnya di SINI

Ilmu Pendidikan memiliki berbagai kategori diantaranya adalah Ilmu Manajemen Pendidikan. Tesis Manajemen Pendidikan merupakan sebuah penelitian yang membahas tentang berbagai permasalahan seputar pendidikan pada khususnya pada disiplin ilmu manajemen. 

Manajemen pada pendidikan biasanya berorientasi pada berbagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan, evaluasi berbagai program sekolah seperti program MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) atau diklat guru. Berbagai strategi dan program-program tersebut diadakan dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut sesuai dengan yang telah ditargetkan sebelumnya.

Berikut ini kami sajikan beberapa judul yang terdapat dalam daftar kami, antara lain:



Cara Seo Blogger

Kumpulan Tesis dan Skripsi Pendidikan Headline Animator

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Like Ya

×