Tampilkan postingan dengan label Tesis Pendidikan SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tesis Pendidikan SD. Tampilkan semua postingan

Strategi Penggunaan Bantuan Operasional Pendidikan (Bop) Sd Dalam Peningkatan Pengelolaan Sarana Pendidikan Di Kabupaten Kediri (119)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Masalah
Era dimana penuh dengan tantangan dan persaingan yang sangat ketat atau yang lebih dikenal dengan Era Pasar Bebas, diberlakukan di Asia Tenggara tahun 2003 dan untuk kawasan Asia Pasifik tahun 2020, yang walaupun mulai 1 Januari 2003 yang lalu telah dimulai era pasar bebas, namun saat ini belum terasa perubahan yang tajam, padahal selama ini digambarkan bahwa pasar bebas adalah serba segalanya yang semestinya mudah menjadi sulit dan yang semestinya sulit menjadi sangat sulit ataupun sebaliknya.
Sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan karena pada dasarnya bayangan yang sulit itu memberi tantangan supaya berfikir yang lebih serius lagi dalam menghadapinya, baik secara mental ataupun spiritual, memang jarak antara negara yang satu dengan yang lain sangat dekat sekali ibarat menjadi negara dunia, karena bebas memasukkan barang-barang dari satu negara ke nagara lain tanpa ada larangan dan ditunjang dengan teknologi informasi yang maju menjadikan sangat leluasa mengirim barang ke negara lain yang jaraknya sangat jauh menjadi pendek, tinggal kirim berita saja sudah cukup, jadi tidak susah payah mengantarnya sendiri.
Namun yang selama ini dipersiapkan, baik dari segi teknologi maupun yang lain tiba saatnya negara Indonesia masih sangat kedodoran, ibarat kedatangan tamu seorang presiden menjadi sangat tidak siap, contoh yang kongkrit waktu didatangkan gula dari luar betapa ramainya, betapa petani kita sangat tersudutkan, yang tidak itu saja seakan sangat terpukul dengan adanya gula impor, hal ini bukti bahwa negara Indonesia sangat belum siap menghadapi adanya pasar bebas.

KONTRIBUSI PEMBERIAN INSENTIF DAN MOTIVASI MENGAJAR TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU (Studi Deskriptif Verifikatif di SDN Kecamatan ..) (Pend-113)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan institusi yang kompleks. Kompleksitas tersebut, bukan saja dari masukannya yang bervariasi, melainkan dari proses pembelajaran yang diselenggarakan di dalamnya. Sebagai institusi yang kompleks, sekolah tidak akan menjadi baik dengan sendirinya, melainkan dengan proses peningkatan tertentu.

KONTRIBUSI KOMUNIKASI DAN GAYA MANAJEMEN KONFLIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU (Studi Deskriptif Terhadap Guru ...(Pend-102)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Nasional Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 1 UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Perencanaan kebutuhan guru sekolah dasar berdasarkan pendekatan kewilayahan (studi kasus analisis kebutuhan tenaga guru sekolah dasar di (Pend-98)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.
Pembukaan Undang-undang Dasar Tahun 1945 dengan jelas menegaskan bahwa tujuan pemerintah Indonesia yang selanjutnya menjadi tujuan nasional adalah melindungi segenap kehidupan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pengaruh Pendidikan Dalam Jabatan Dan Kesejahteraan Terhadap Kualitas Kinerja Guru Sekolah Dasar (Studi deskriptif analisis kuantitatif ..(PEND-95)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan menurut Undang-Undang No 20 pasal 1 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah:
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN (Penelitian Tindakan di Sekolah Dasar (Pend-86)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan hasil survey nasional pendidikan (Tridjata, 1998: 1), sistem pendidikan formal di Indonesia pada umumnya masih kurang memberi peluang bagi pengembangan kreativitas. Pendidikan di sekolah cenderung hanya mengembangkan kemampuan kognitif seperti pengetahuan, ingatan, penalaran dan mengabaikan pengembangan afektif bahkan psikomotorik. Padahal Torrance (1974: 4) menyatakan bahwa pengembangan afektif seperti kemampuan berpikir kreatif akan membantu seorang anak dalam mengatasi permasalahannya.

PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN DALAM MENGEMBANGKAN KESADARAN KARIR ANAK (Studi Pengembangan Program Pada Kelas Atas Sekolah Dasar Islam Terpadu..(PEND-85

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Masa anak (childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Hurlock (1994:146) menyebut masa anak sebagai periode krisis. Masa krisis ditandai dengan suatu periode dimana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses. Pada usia tersebut anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan menyesuaikan diri dengan orang dewasa dan dapat mempelajari berbagai keterampilan tertentu.

PEMBINAAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR Studi Kualitatif Tentang Pembinaan Kemampuan Profesional Guru Sekolah Dasar di kec Bekasi (pend-84

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Guru sebagai tenaga kependidikan dalam menjalankan fungsi pendidikan dilihat sebagai totalitas yang satu sama lain secara sinergi memberikan sumbangan terhadap proses pendidikan pada tempat di mana mereka memberikan pelayanan, dengan titik tekan tenaga kependidikan di lembaga pendidikan persekolahan. Tugas tenaga kependidikan secara umum adalah memberikan pelayanan optimal kepada peserta didik khususnya dan kustomer pada umumnya, pada titik di mana pelayanan itu harus dilakukan.

PENGARUH MANAJEMEN KELAS DAN ETOS KERJA GURU TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BABAKANCIKAO KAB ..(pend-83)

BAB I PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu negara untuk menjadi negara maju, kuat, makmur dan sejahtera. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa.
Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, bahwa Pengertian

Pendidikan adalah : ( dalam Pasal – 1, ayat (1) ),

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PEMBELAJARAN DALAM PELATIHAN GURU SEKOLAH DASAR: (pend-71)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, kepribadian, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta kecakapan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

PENGARUH KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR : (PEND-70)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tenaga guru adalah salah satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan, karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik, untuk memberikan bimbingan yang akan menghasilkan tamatan yang diharapkan. Guru merupakan sumber daya manusia yang menjadi perencana, pelaku dan penentu tercapainya tujuan organisasi lembaga pendidikan.

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS VII (PEND-63)

Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut antara lain peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan mutu para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KIT/SEQIP DAN PENGGUNAAN MEDIA LKS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SDN .....(PEND-24)

Menurut Goleman ( 2002 : 44 ) kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan , bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. Teori ini sesuai dengan judul penelitian dengan memberikandifinisi baru terhadap kata cerdas. Walaupun EQ merupakan hal yang relative baru dibandingkan IQ , namun beberapa penilaian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting IQ . Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosinya dengan intelegensi ( to manage life with intelegensi ) menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya ( the appropri ateness o f emotion and its expression ) melalui ketrampilan kecerdasan pengendalian diri , empati dan ketrampilan sosial .

Cara Seo Blogger

Kumpulan Tesis dan Skripsi Pendidikan Headline Animator

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Like Ya

×