Tampilkan postingan dengan label Tesis Pendidikan Teknologi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tesis Pendidikan Teknologi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Pengaruh motivasi dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngali (PEND-122)

BAB I 
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang


Tujuan dari pendidikan nasioal adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Peranan lembaga pendidikan, termasuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Ngali sangat menentukan dalam mengajarkan agama dan akhlak mulia dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi  pada peserta didik. Karena itu peningkatan kualitas berhubungan dengan berbagai unsur/pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu terus dilakukan agar mencapai hasil yang bagus. Perlu kita ingat bahwa salah satu indikator keberhasilan dalam pembelajaran adalah jika siswa atau peserta didik memperoleh hasil belajar yang  bagus/tinggi. 

Hasil belajar merupakan penilaian suatu hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru yang dilambangkan dengan angka-angka  yang merupakan aktualisasi dari kemampuan siswa. Berdasarkan hasil belajar tersebut guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan belajar siswanya. Jika hasil belajarnya masih rendah, seorang guru harus berusaha menemukan kekurangan/hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa baik faktor internal dari diri siswa itu sendiri maupun faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa adalah faktor psikologis. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa khususnya dalam hal ini pelajaran matematika adalah faktor minat dan motivasi. Minat diartikan sebagai ketertarikan terhadap sesuatu . 

Penerapan Model Pembelajaran Arias Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Fiqih Bagi Siswa Kelas X-1 MAN, Tegalrejo, Magelang (PEND-121)

BAB I 
PENDAHULUAN 
Latar Belakang


Belajar adalah suatu proses yang komplek yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkunganya yang terdiri atas siswa, guru, materi pelajaran sumber belajar, fasilitas dan lain sebagainya. Salah satu tanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku baik pada ketrampilan tingkat pengetahuan, atau sikapnya.

Perkembangan keagamaan mengikuti karakteristik tertentu yang khas. Pada  usia  yang  berbeda  akan  dicirikan  dengan karakteristik  perkembangan agama  yang  berbeda  pula, secara  kasar dalam  realitas kehidupan  beragama anak ada yang  sudah  menjalankan  ajaran  agama dengan  baik, artinya sudah melaksanakan ajaran agama secara rutin, ada yang setengah-setengah, ada pula yang kurang atau  minim. Hal ini tergantung dari hasil pendidikan baik dari keluarga, lingkungan, maupun pendidikan prenatal, (Sriyanti; 2003: 93).


Titik sentral setiap peristiwa pembelajaran terletak pada suksesnya siswa mengorganisasikan pengalamanya, mengembangkan kemampuan berfikir, bukan pada kebenaran siswa dalam replikasi atas apa yang dikerjakan oleh guru. Bidang studi Fiqih adalah salah satu bagian mata pelajaran Fiqih yang dapat mengembangkan ritual dan sosial siswa sehingga materi yang telah didapatkan dapat dipraktikan pula dalam hubungan sesama manusia. Pembelajaran Fiqih  yang  secara  umum  bertujuan  untuk menanamkan nilai-nilai  keislaman  kedalam diri  siswa  agar  dapat  dihayati  dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Namun sampai saat ini, pelaksanaan Fiqih khususnya Fiqih masih dihadapkan pada problem (masalah) adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Praktik-praktik pembelajaran Pendidikan Agam Islam di SMA dan MA cenderung pada pembelajaran konvensional. Ini ditujukan bahwa pembelajaran Fiqih saat ini belum dapat mengembangkan seluruh aspek dalam diri siswa. Selain itu, praktik pembelajaran di kelas selama ini cenderung pada pembelajaran konvensional sehinga kurang mampu merangsang siswa untuk aktif, memotivasi dengan minat atau perhatian, membangkitkan kepercayaan diri untuk berhasil, menumbuhkan rasa bangga, kepuasan diri siswa dengan memberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi diri dan yang paling penting adalah mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan riil siswa dalam masyarakat.

Pengaruh Prestasi Mata Pelajaran K3 Dan Pengalaman Praktik Industri Terhadap Kesiapan Kerja Pada Siswa Kelas Xii Smk Muda Patria Kalasan (PEND-120)

BAB I 
PENDAHULUAN 

A.                 Latar Belakang

Salah satu pokok masalah yang dihadapi bangsa Indonesia untuk memasuki era globalisasi adalah kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang relatif rendah yang dicermati dari pemilikan latar pendidikannya. Peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian semua pihak, terlebih dalam suasana krisis multidimensi yang terjadi saat ini. Masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persaingan bebas. Untuk itu pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliki. Dalam hal ini para pelaku pembangunan pendidikan berupaya untuk menaikkan derajat mutu pendidikan bangsa Indonesia agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja yang berkualitas dengan menyesuaikan pembangunan pendidikan itu sendiri.

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis. Perkembangan dan perubahan terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Mutu pendidikan erat berkaitan dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain kurikulum, tenaga kependidikan, proses pembelajaran, sarana dan prasarana serta lingkungan sekolah dan manajemen sekolah itu sendiri.

Sekolah Menengah Kejuruan memiliki tujuan untuk menyiapkan kebutuhan tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki kemampuan kerja dalam bidang industri sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing. Tenaga kerja yang dihasilkan diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Beberapa upaya perbaikan mutu telah ditempuh oleh pemerintah, akan tetapi keberadaan SMK dalam menyiapkan tenaga kerja masih dipandang sebelah mata oleh pihak industri. Hal ini terkait oleh mutu dan kesiapan kerja siswa yang kurang terpenuhi untuk bekerja. Setiap lulusan SMK memang disiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang siap pakai. Artinya ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya, lulusan SMK tersebut dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapat sewaktu di sekolah.

Kemampuan Penarikan Simpulan Dalam Berlogika Pada Siswa Kelas Xi Semester 2 Sma Persada Bandarlampung Tahun Pelajaran 2009/2010 (PEND-118)


I.  PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk yang berakal. Dengan adanya akal manusia akan dapat berpikir. Proses berpikir biasanya bertolak dari pengamatan indera atau observasi empirik. Proses itu dalam pikiran menghasilkan sejumlah pengertian dan sekaligus keputusan atau simpulan. Kegiatan berpikir itu sendiri sangat diperlukan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa tersebut. Kegiatan berpikir yang logis harus diikuti bahasa yang logis pula, agar informasi yang disampaikan penutur dapat tersampaikan secara logis pula.

Salah satu fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai sarana pengembangan penalaran (Depdikbud, 1995: 1). Selain itu, dikatakan pula bahwa salah satu tujuan pengajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa dapat mengungkapkan suatu hal secara jelas dan logis serta sistematis sesuai dengan konteks dan situasi di berbagai bentuk dan ragam bahasa (Depdikbud, 1995: 2). Oleh sebab itu, seorang guru atau pengajar harus mampu mengembangkan kemampuan berlogika peserta didik melalui proses belajar mengajar.

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PENEMPATAN TEMPAT DUDUK TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V DI SDN.....(PEND-3)

Peningkatan kualitas Pendidikan Dasar berdasarkan petunjuk dari Depdikbud ( 1996 ), khususnya pada sekolah dasar harus dilaksanakan secara terpadu, sistematis, bertahap dan berkesinambungan. Hal ini dilaksanakan terhadap :


1. Kesiswaan,terutama yang menyangkut aspek terjadinya drop out dan mengulang kelas, pembinaan pertumbuhan fisik siswa dan pembinaan mutu proses dan hasil belajarnya.
2. Ketenagaan, baik guru maupun non guru ;
3. Kurikulum serta sarana dan prasarana ;
4. Penyediaan dana dan pengelolaannya ;
5. Organisasi dan manajemen sekolah ;
6. Proses belajar mengajar
7. Kerjasama sekolah dan masyarakat melalui komite sekolah

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar terdapat banyak faktor penentu keberhasilannya. Akan tetapi yang dipandang sebagai kunci utamanya adalah pengelolaan sekolah, sedangkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan Sekolah Dasar tersebut sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah.

Keberhasilan pengelolaan sekolah ditentukan pula oleh pengelolaan situasi dan kondisi kelas ( pengelolaan kelas ) pengelolaan kelas yang baik merupakan whana bagi terjadinya interaksi belajar mengajar yang baik dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan. Pengelolaan kelas yang efektif dan efesien harus didukung oleh motivasi dan kompetensi serta kreatifitas guru yang bersangkutan.
Bertolak dari uraian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa keberhasilan peningkatankualitas pendidikan di sekolah dasar akan ditentukan oleh keberhasilan guru kelas dalam pengelolaan kelasnya yang lebih efektif.

KORELASI ANTARA KOMPETENSI GURU DALAM MENYAMPAIKAN PEMBELAJARAN DAN MENGGUNAKAN MEDIA OHP MENURUT PERSEPSI SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP ... (PEND-1)

Tugas guru pada dasarnya ada dua macam yaitu mendidik dan mengajar. Mendidik dalam arti menanamkan nilai-nilai pada diri anak didik seperti budi pekerti, nilai keimanan, dan ketaqwaan (imtaq) kepada Tuhan Yang Maha Esa, nilai sopan santun, dan sebagainya, yang semua itu ditanamkan oleh guru dengan cara mengintegrasikan materi-materi tersebut melalui mata pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya. Sedangkan dalam tugas mengajar, guru diharapkan mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penguasaan ilmu pengetahuan oleh anak didik sesuai dengan bidang mata pelajarannya. Keberhasilan tugas guru dalam jangka pendek dapat dilihat pada setiap akhir periode pembelajaran melalui tes formatif, tes sumatif maupun ujian nasional di setiap jenjang pendidikan.(Majlis Diklitbang PP Muh. 2004:14)

KONTRIBUSI PEMANFAATAN FASILITAS PRAKTEK DAN KINERJA INSTRUKTUR TERHADAP EFEKTIVITAS PRAKTEK KERJA INDUSTRI PADA SEKOLAH MENENGAH ..(Pend-112)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Visi Pendidikan Menengah Kejuruan sebagai lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh untuk menghadapi persaingan bebas. Sebagai salah satu sub sistem dari sistem pendidikan nasional, pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, Pendidikan Menengah Kejuruan menempuh langkah-langkah kebijakan yang mengarah kepada kemampuan untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan bebas melalui visi pendidikan menengah kejuruan, yaitu terwujudnya lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan yang berstandar internasional dan nasional.

KONTRIBUSI PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DAN ETOS KERJA GURU TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN (Studi Diskriptif Analisis pada Persepsi ..(PEND-109)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas manusia menjadi lebih baik. Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang Pendidikan Nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia sec`ra menyeluruh.

EFEKTIFITAS LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PADA SMP NEGERI 1 .... KAB. ....(PEND-104)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan suatu bangsa. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan / atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan pada tahap manapun dalam perjalanan hidupnya. Peningkatan dan pemerataan pendidikan merupakan salah satu aspek pembangunan yang mendapat prioritas utama dari Pemerintah Indonesia. Sistem Pendidikan Nasional yang sekarang berlaku diatur melalui Undang-Undang Pendidikan Nasional.

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN (Penelitian Tindakan di Sekolah Dasar (Pend-86)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan hasil survey nasional pendidikan (Tridjata, 1998: 1), sistem pendidikan formal di Indonesia pada umumnya masih kurang memberi peluang bagi pengembangan kreativitas. Pendidikan di sekolah cenderung hanya mengembangkan kemampuan kognitif seperti pengetahuan, ingatan, penalaran dan mengabaikan pengembangan afektif bahkan psikomotorik. Padahal Torrance (1974: 4) menyatakan bahwa pengembangan afektif seperti kemampuan berpikir kreatif akan membantu seorang anak dalam mengatasi permasalahannya.

PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN DALAM MENGEMBANGKAN KESADARAN KARIR ANAK (Studi Pengembangan Program Pada Kelas Atas Sekolah Dasar Islam Terpadu..(PEND-85

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Masa anak (childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Hurlock (1994:146) menyebut masa anak sebagai periode krisis. Masa krisis ditandai dengan suatu periode dimana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses. Pada usia tersebut anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan menyesuaikan diri dengan orang dewasa dan dapat mempelajari berbagai keterampilan tertentu.

KONTRIBUSI KEMAMPUAN MANAJEMEN KELAS DAN KINERJA MENGAJAR GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (pend-78_

BAB I
PENDAHULUAN

A. Permasalahan
1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan yang bermutu merupakan harapan setiap masyarakat suatu negara. Pengalaman menunjukkan bahwa modal kehidupan dalam setiap perubahan zaman adalah pendidikan. Terdapat empat isu sentral yang menjadi masalah pendidikan, yaitu : relevansi pendidikan, pemerataan pendidikan, efektifitas pendidikan, dan mutu pendidikan. Salah satu masalah pendidikan tersebut, yaitu mutu pendidikan, melibatkan banyak pihak dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tersebut, khususnya mutu pendidikan dasar. Salah satu aspek yang memiliki peranan dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar, adalah kemampuan guru dengan segala latar belakang dan pengalaman. Tugas guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan manajerial (Depdikbud, 1983:9).

EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PPKN DENGAN PENDEKATAN METODA SIMULASI DAN PENDEKATAN METODA NON SIMULASI DI SMP PGRI LAMONGAN (PEND-57)

Pada pengajaran klasikal, ada anggapan bahwa semua peserta didik mempunyai kemampuan dan kecepatan yang sama, sehingga dalam waktu yang sama semua peserta didik dianggap akan mampu mencapai isi pelajaran yang sama (Subroto,1983). Anggapan ini sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan, karena pada kenyataanya di dalam kelas selalu ada peserta didik yang cepat, peserta didik yang rata-rata, dan peserta didik yang lambat dalam mengikuti pelajaran.

PERANAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X SISWA SMA .... (PEND-53)

Dasar kompetensi dapat menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai yang diamanatkan dalam Undang –Undang Dasar 1945.

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TANYA JAWAB DAN DISKUSI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SMK NEGERI ... (PEND-52)

Pertimbangan dalam mendesain pembelajaran ini karena siswa sebagai subjek belajar mempunyai keunggulan pada aspek tertentu, disini guru harus mengembangkan secara optimal dan menerapkan aktivitas belajar yang bermakna dan menyenangkan. Target ketercapaian kurikulum mengeliminasi hak siswa dan akan menghambat proses pencapaian tujuan pendidikan secara mendasar yaitu menjadi manusia seutuhnya. Bertautan dengan realita yang dihadapi dalam uraian ini, guru perlu menerapkan metode yang menghasilkan pembelajaran yang relevan untuk siswa adalah Tanya jawab dan diskusi.

PENGARUH INTERAKSI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA DI SMA..... (PEND-51)

Lembaga pendidikan yang lebih tinggi berpendapat bahwa rendahnya kualitas out put adalah akibat dari masukan (input) yang diterima kualitasnya rendah. Sumber lain menyatakan bahwa daya serap siswa terhadap pelajaran yang diberikan di sekolah masih sangat rendah. Prosentase daya serap pada tingkat sekolah dasar adalah 59% dari bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh murid sekolah dasar, sedangkan pada tingkat SLTP dan SLTA lebih rendahnya lagi daya serapnya yaitu 58% (Dirjen Dikdasmen 1983 : 3 ). Rendahnya daya serap siswa mungkin penyebab utamanya adalah strategi yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar kurang memadai atau kurang tepat.

PENGARUH METODE PEMEBERIAN TUGAS DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL PRESTASI BELAJAR PADA KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELAS X SMA N. (PEND-50)

Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan demi untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Dan secara makro harus ditemukan strategi atau pendekataan pembelajaran yang efektif dikelas, yang lebih memperdayakan potensi siswa.


Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengajaran. Ada dua buah konsep pendidikan yang berkaitan dengan lainnnya, yaitu belajar (Learning) dan pembelajaran (Intruction) . Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik (siswa) dan konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik (guru). Kegiatan belajar mengajar melibatkan bebarapa komponen ; yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pendidkan/pembelajaran, isi pelajaran. metode mengajar, media dan evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah perubahan tingkah laku (over behaver) yang dapat diamati melalui alat indra oleh orang lain baik lewat tutur katanya, metorik dan gaya hidupnya. Pendidikan merupakan sustu sistem yang secara garis besar terdapat komponen masukan, proses dan keluaran (Munandir, 1993 ; 23).Pada sisi input, maka kita akan melihat masukan dalam pproses pendidikan tersebut seperti siswa (kemampuan akademis dan kemampuan non akademis), guru (komponen, indeks prestasi, pengalaman) dan lain-lain. Pada sisi proses, maka kita akan melihat jalannya proses pembelajaran, kurikulum, penerapan teknologi dan lain sebagainya. Selanjutnya pada sisi keluaran maka kita akan melihat mutu tamatan yang dihasilkan.

PENGARUH PENDEKATAN METODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS XI (PEND-49

Metode mengajar adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran yang ingin dicapai, sehingga semakin baik penggunaan metode mengajar semakin berhasilah pencapaian tujuan. Dalam interaksi tersebut, siswa diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pengajaran melalui metode dan alat untuk pengajaran yang dipelajari siswa dengan menggunakan metode dan alat untuk kemudian dinilai ada tidaknya perubahan pada diri siswa setelah ia menyelesaikan proses belajar mengajar.


PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA... (PEND-48)

Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan situasi belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.

PENGARUH METODE PENDIDIKAN GERAK DAN PENDEKATAN TRADISIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN SISWA KELAS VII SMPN (PEND-47)

“pendidikan jasmani di sekolah dasar dan menengah berfungsi untuk (a) merangsang pertumbuhan jasmani dan perkembangan sikap, mental, sosial, dan emosional yang serasi, selaras dan seimbnag, (b) memberikan pemahaman tentang manfaat pendidikan jasmani dan kesehatan serta memenuhi hasrat bergerak, (c) memacu perkembangan dan aktifitas system peredaran darah, pencernaan, pernafasan dan syaraf, (d) memberikan kemampuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan.”

Cara Seo Blogger

Kumpulan Tesis dan Skripsi Pendidikan Headline Animator

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Like Ya

×