Pengaruh Prestasi Mata Pelajaran K3 Dan Pengalaman Praktik Industri Terhadap Kesiapan Kerja Pada Siswa Kelas Xii Smk Muda Patria Kalasan (PEND-120)

BAB I 
PENDAHULUAN 

A.                 Latar Belakang

Salah satu pokok masalah yang dihadapi bangsa Indonesia untuk memasuki era globalisasi adalah kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang relatif rendah yang dicermati dari pemilikan latar pendidikannya. Peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian semua pihak, terlebih dalam suasana krisis multidimensi yang terjadi saat ini. Masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persaingan bebas. Untuk itu pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliki. Dalam hal ini para pelaku pembangunan pendidikan berupaya untuk menaikkan derajat mutu pendidikan bangsa Indonesia agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja yang berkualitas dengan menyesuaikan pembangunan pendidikan itu sendiri.

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis. Perkembangan dan perubahan terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Mutu pendidikan erat berkaitan dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain kurikulum, tenaga kependidikan, proses pembelajaran, sarana dan prasarana serta lingkungan sekolah dan manajemen sekolah itu sendiri.

Sekolah Menengah Kejuruan memiliki tujuan untuk menyiapkan kebutuhan tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki kemampuan kerja dalam bidang industri sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing. Tenaga kerja yang dihasilkan diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Beberapa upaya perbaikan mutu telah ditempuh oleh pemerintah, akan tetapi keberadaan SMK dalam menyiapkan tenaga kerja masih dipandang sebelah mata oleh pihak industri. Hal ini terkait oleh mutu dan kesiapan kerja siswa yang kurang terpenuhi untuk bekerja. Setiap lulusan SMK memang disiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang siap pakai. Artinya ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya, lulusan SMK tersebut dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapat sewaktu di sekolah.

Strategi Penggunaan Bantuan Operasional Pendidikan (Bop) Sd Dalam Peningkatan Pengelolaan Sarana Pendidikan Di Kabupaten Kediri (119)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Masalah
Era dimana penuh dengan tantangan dan persaingan yang sangat ketat atau yang lebih dikenal dengan Era Pasar Bebas, diberlakukan di Asia Tenggara tahun 2003 dan untuk kawasan Asia Pasifik tahun 2020, yang walaupun mulai 1 Januari 2003 yang lalu telah dimulai era pasar bebas, namun saat ini belum terasa perubahan yang tajam, padahal selama ini digambarkan bahwa pasar bebas adalah serba segalanya yang semestinya mudah menjadi sulit dan yang semestinya sulit menjadi sangat sulit ataupun sebaliknya.
Sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan karena pada dasarnya bayangan yang sulit itu memberi tantangan supaya berfikir yang lebih serius lagi dalam menghadapinya, baik secara mental ataupun spiritual, memang jarak antara negara yang satu dengan yang lain sangat dekat sekali ibarat menjadi negara dunia, karena bebas memasukkan barang-barang dari satu negara ke nagara lain tanpa ada larangan dan ditunjang dengan teknologi informasi yang maju menjadikan sangat leluasa mengirim barang ke negara lain yang jaraknya sangat jauh menjadi pendek, tinggal kirim berita saja sudah cukup, jadi tidak susah payah mengantarnya sendiri.
Namun yang selama ini dipersiapkan, baik dari segi teknologi maupun yang lain tiba saatnya negara Indonesia masih sangat kedodoran, ibarat kedatangan tamu seorang presiden menjadi sangat tidak siap, contoh yang kongkrit waktu didatangkan gula dari luar betapa ramainya, betapa petani kita sangat tersudutkan, yang tidak itu saja seakan sangat terpukul dengan adanya gula impor, hal ini bukti bahwa negara Indonesia sangat belum siap menghadapi adanya pasar bebas.

Studi Tentang Minat Siswa Terhadap Mata Pelajaran Biologi Pada SLTP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Pangkep (PEND-117)

BAB  I
PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Kualitas dan kuantitas pendidikan sampai saat ini masih merupakan suatu masalah yang paling menonjol dalam setiap usaha pembaharuan sistem pendidikan nasional. Kedua masalah tersebut sulit ditangani secara simultan sebab dalam upaya meningkatkan kualitas, masalah kuantitas terabaikan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu tidak mengherankan bila masalah pendidikan tidak pernah tuntas dimanapun, termasuk di negara yang maju sekalipun.
Sungguhpun demikian pemerintah, dalam hal ini Depdiknas telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi segala masalah pendidikan. Upaya tersebut hampir mencakup semua komponen pendidikan. Misalnya pembaharuan kurikulum, pembaharuan proses belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, pengadaan buku pelajaran, pengadaan dan penyempurnaan sarana dan prasarana belajar, penyempurnaan sistem penilaian, penataan organisasi dan manajemen pendidikan, dan berbagai usaha yang mengarah pada pencapaian hasil pengajaran/pendidikan secara maksimal.
Mengingat pendidikan selalu berkenan dengan upaya pembinaan manusia, maka keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada manusianya (Nana Sudjana, 1989). Unsur manusia yang paling menentukan keberhasilan pendidikan adalah guru dan pesrta didik. Dalam hal ini guru dituntut bagaimana ia menjadi tenaga pengajar dan pendidik yang profesional. Di lain pihak peserta didik harus sadar bahwa pendidikan sangat menentukan kemajuan peradaban manusia.

Kemampuan Penarikan Simpulan Dalam Berlogika Pada Siswa Kelas Xi Semester 2 Sma Persada Bandarlampung Tahun Pelajaran 2009/2010 (PEND-118)


I.  PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk yang berakal. Dengan adanya akal manusia akan dapat berpikir. Proses berpikir biasanya bertolak dari pengamatan indera atau observasi empirik. Proses itu dalam pikiran menghasilkan sejumlah pengertian dan sekaligus keputusan atau simpulan. Kegiatan berpikir itu sendiri sangat diperlukan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa tersebut. Kegiatan berpikir yang logis harus diikuti bahasa yang logis pula, agar informasi yang disampaikan penutur dapat tersampaikan secara logis pula.

Salah satu fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai sarana pengembangan penalaran (Depdikbud, 1995: 1). Selain itu, dikatakan pula bahwa salah satu tujuan pengajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa dapat mengungkapkan suatu hal secara jelas dan logis serta sistematis sesuai dengan konteks dan situasi di berbagai bentuk dan ragam bahasa (Depdikbud, 1995: 2). Oleh sebab itu, seorang guru atau pengajar harus mampu mengembangkan kemampuan berlogika peserta didik melalui proses belajar mengajar.

Hubungan Antara Stres Kerja Dan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Guru Smk Negeri Di Kota Samarinda (PEND-116)

BAB I PENDAHULUAN 

Pendidikan dalam arti luas mencakup seluruh proses hidup dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal, non formal maupun informal,  sampai dengan suatu taraf kedewasaan tertentu. Sedangkan secara terbatas, pendidikan diartikan sebagai proses interaksi belajar mengajar dalam bentuk formal yang dikenal sebagai pengajaran.

Bersamaan  dengan  lajunya  arus  reformasi  dalam  dunia  pendidikan berbagai  upaya pembenahan sistem pendidikan dan perangkatnya di Indonesia terus dilakukan,  akibatnya muncul beberapa peraturan pendidikan untuk saling melengkapi dan penyempurnaan peraturan-peraturan yang sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan saat ini. Hal ini dapat dilihat dengan berlakunya Undang- Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan tetapi berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukan peningkatan yang berarti. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sebenarnya dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan produktivitas kerja guru dalam menyongsong era tinggal  landas.  Untuk  itu,  guru diharapkan  dapat  meningkatkan  kemampuan profesionalnya  baik  secara  perseorangan melalui   pendidikan   dan  pelatihan, maupun secara bersama-sama melalui kegiatan penataran.

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DENGAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI dan MASYARAKAT (STM) PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 15 SEMARANG (Pend-114)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

Undang-undang  Nomor   20   Tahun   2003   tentang   sistem  pendidikan nasional   ini  merumuskan  secara  tegas  mengenai  dasar,  fungsi,  dan  tujuan pendidikan  nasional. Pasal  2 Undang-undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang sistem pendidikan nasional menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila  dan  UUD 1945, sedangkan fungsinya yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak  serta  peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PENEMPATAN TEMPAT DUDUK TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V DI SDN.....(PEND-3)

Peningkatan kualitas Pendidikan Dasar berdasarkan petunjuk dari Depdikbud ( 1996 ), khususnya pada sekolah dasar harus dilaksanakan secara terpadu, sistematis, bertahap dan berkesinambungan. Hal ini dilaksanakan terhadap :


1. Kesiswaan,terutama yang menyangkut aspek terjadinya drop out dan mengulang kelas, pembinaan pertumbuhan fisik siswa dan pembinaan mutu proses dan hasil belajarnya.
2. Ketenagaan, baik guru maupun non guru ;
3. Kurikulum serta sarana dan prasarana ;
4. Penyediaan dana dan pengelolaannya ;
5. Organisasi dan manajemen sekolah ;
6. Proses belajar mengajar
7. Kerjasama sekolah dan masyarakat melalui komite sekolah

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar terdapat banyak faktor penentu keberhasilannya. Akan tetapi yang dipandang sebagai kunci utamanya adalah pengelolaan sekolah, sedangkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan Sekolah Dasar tersebut sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah.

Keberhasilan pengelolaan sekolah ditentukan pula oleh pengelolaan situasi dan kondisi kelas ( pengelolaan kelas ) pengelolaan kelas yang baik merupakan whana bagi terjadinya interaksi belajar mengajar yang baik dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan. Pengelolaan kelas yang efektif dan efesien harus didukung oleh motivasi dan kompetensi serta kreatifitas guru yang bersangkutan.
Bertolak dari uraian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa keberhasilan peningkatankualitas pendidikan di sekolah dasar akan ditentukan oleh keberhasilan guru kelas dalam pengelolaan kelasnya yang lebih efektif.

Cara Seo Blogger

Kumpulan Tesis dan Skripsi Pendidikan Headline Animator

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Like Ya

×